Sejarah Generasi IV Perusahaan Mobil yang perlu kamu Ketahui

Setelah sebelas tahun bertahan dengan rancangan generasi ketiga, karoseri ambulance kijang meluncurkan figur selanjutnya dengan perubahan pada eksterior dan interiornya menjadi lebih aerodinamis pada tahun 1997. Contoh ini akrab dipanggil \”Kijang Kapsul\”. Total varian awalnya mencapai 18 figur dengan pilihan sasis (panjang/pendek) dan mesin yang berbeda (bensin/diesel).

Mulai Kijang generasi keempat ini, dominasi Jepang kian besar. Sekiranya sebelumnya Toyota Astra Motor memanfaatkan perakitan bodi mobil banyak mengaplikasikan karoseri. Pada generasi ini telah dikatakan menyiratkan mobil yang sesungguhnya. Desainnya membulat seperti kapsul dan lebih aerodinamis dan menjadi loncatan desain pada masanya. Pada Kijang yang dikenal sebagai Kijang baru ini, Toyota mengeluarkan dua variasi mesin ialah Mesin bensin 1800cc (variasi 7K) seperti generasi sebelumnya dan Mesin diesel 2400cc (variasi 2L) tanpa turbo milik Toyota HiAce yang membuat kompetisi dengan Isuzu Panther untuk mobil keluarga bermesin diesel yang dikala itu mendominasi pasaran Indonesia.

Karoseri Ambulance

Pada Kijang versi tahun 1997 – 1999, mesin bensin masih mengaplikasikan karburator, barulah pada tahun 2000, tersedia mesin bensin dengan sistem injeksi elektronik, Electronic Fuel Injection (EFI). Ada dua pilihan untuk mesin bensin EFI, ialah 7K-E dengan kapasitas 1800cc bertenaga 80 telpon pintar dan 1RZ-E dengan kapasitas 2000 cc bertenaga 100 telpon pintar yang diambil Dari Toyota Hilux. Meskipun mesin 1RZ-E secara teknologi lebih canggih seandainya diperbandingkan dengan mesin 7 K-E, namun mesin bensin 2000cc ini kurang laku di pasaran Indonesia karena konsumsi bahan bakarnya yang dievaluasi lebih boros diperbandingkan dengan variasi 7K-E. Kijang 2000cc ini hanya terdapat pada variasi SGX, LGX, dan Krista. Untuk variasi LX, SX, dan pick-up keluaran 1997 – 1999, masih mengaplikasikan transmisi manual 4 percepatan, meskipun figur lainnya mengaplikasikan transmisi manual 5 percepatan.

Perubahan mesin ini dinamai New Kijang EFI untuk mengangkut jenazah dengan merubah desain lampu menjadi \”lampu kristal\” yang menghilangkan lampu kabut built-in yang terdapat pada variasi LGX/SGX sebelumnya. Lampu figur ini juga terdapat pada lampu belakang, desain bumper baru, dan juga desain velg roda yang berbeda serta seatbelt (sabuk keselamatan) pada jok penumpang komponen tengah (varian SSX/LSX dan SGX/LGX). Selebihnya hampir sama dengan sebelumnya. Opsi velg alloy racing 15\” bermerek Enkei tersedia untuk varian LSX dan SSX. Facelift terakhir merubah bentuk lampu depan, lampu belakang dikasih hiasan ala Toyota Land Cruiser, bumper desain baru, kelir interior baru, desain setir baru serta menghilangnya varian Diesel variasi sasis pendek dan varian mesin 1800cc untuk variasi Krista.

Pada versi Kijang Kapsul selain terdapat varian SX, SSX, SGX (sasis pendek) LX, LSX, LGX (sasis panjang) dan pick up, ada juga varian Krista (berbasis varian LGX) dengan tambahan over fender, warna body two tone dan interior lebih mewah dari LGX/SGX serta Rangga (berbasis varian SSX) dengan tambahan over fender, warna body two tone dan ban serep ala jip yang dipasang menempel pada pintu belakang. Krista mengaplikasikan sasis panjang, meskipun Rangga mengaplikasikan sasis Pendek. Pada generasi ini variasi karoseri Rover Ace (biasanya berbasis sasis pendek) dan Jantan Raider (biasanya berbasis sasis panjang) juga masih diproduksi sebagian unit. Diproduksi juga Kijang dengan pelopor empat roda (4×4) dengan basis LGX untuk pasar Afrika (Toyota Condor, 2000-2005). Contoh ini mengadopsi fitur yang jauh lebih lengkap, pun airbag pengemudi dan AC climate control pun telah tersedia. Mesinnya sama dengan pasar lain, namun khusus pasar Afrika ditawarkan mesin diesel 3000cc 5L pada varian 4×4.

Pada generasi keempat inilah Kijang mulai diekspor ke manca negara dengan bermacam nama, selain untuk Brunei Darussalam yang tetap mengaplikasikan nama Kijang, ialah Malaysia dan Singapura (Toyota Unser), Filipina (Toyota Revo), Taiwan (Toyota Zace surf),Vietnam (Toyota Zace) dan Afrika Selatan (Toyota Condor 4×4)

Setelah Toyota Kijang Kapsul Minibus digantikan oleh Toyota Kijang Innova pada tahun 2005, Toyota Kijang Kapsul Pickup 1.800cc masih diproduksi hingga tahun 2007, dan Toyota Hilux Single Cabin 2.0 VVT-i diluncurkan sebagai penerus Toyota Kijang Kapsul Pickup 1.800cc.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *